Kejujuran dalam Bisnis

kejujuran dalam bisnis
Banyak yang bilang kejujuran sekarang sudah sangat langka. Kejujuran sudah menjadi sesuatu yang mahal. Mungkin pernyataan tersebut ada benarnya. Kecurangan dan ketidakjujuran seakan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para pebisnis. Padahal hasil yang akan diperoleh dari ketidakjujuran dalm berbisnis tidak akan menjadikan bisnis itu berkah. 



Kejujuran dan integritas dalam bisnis mutlak diperlukan jika ingin usaha kita semakin maju dan diberkahi Allah SWT. Bukan untung yang didapat, malah buntung. Jika konsumen dan mitra sudah mencium bau busuk kebohongan dan kedustaan dari diri kita, maka sudah tidak ada lagi yang bisa percaya sama kita. Sekeras apapun kita berusaha, jika sudah tercap sebagai penbisnis yang curang maka konsumen dan mitra pun akan menjauhi. Kalau itu sudah terjadi, maka kerugianlah yang pasti akan menjelang.

Jangan tergiur oleh rupiah yang tidak seberapa dari ketidakjujuran yang diterapkan dalam jual beli kita. Padahal yang jauh lebih penting dari keuntungan itu adalah kepercayaan. Tengok saja pebisnis-pebisnis besar yang pernah mengalami keterpurukan hingga punya hutang sampai puluhan hingga ratusan milyar rupiah karena krisis ekonomi. Tapi bisa kembali bangkit karena orang-orang menaruh kepercayaan yang besar pada pebisnis tersebut. Mitra dan konsumen mau memberi kepercayaan penuh, konsumen mau pre order dulu, semnetara para investor tetap menanam modalnya bahkan menambahnya, bank pun yang dipinjami bersedia memberikan kelonggaran waktu karena pebisnis itu bisa dipercaya. 

Itulah buah dari kejujuran dan integritas dalam berbisnis. Salah satu pebisnis luar negeri yang pernah mengalaminya adalah miltyuner dari amerika serikat yaitu Donald Trump, dan orang kaya di Indonesia yaitu Aburizal bakrie. Mereka mampu bangkit dari keterpurukan karena banyak orang yang mempercayai mereka dengan sepenuhnya. 

Begitu juga dengan Nabi Muhammad SAW, beliau tidak tidak pernah curang dalam berbisnis. Baik dengan mitranya maupun dengan konsumen atau pelanggannya. Sehinga Rasulullah sangat disenangi banyak orang saat itu. Karena sifatnya itulah seorang investor kaya saat itu siti khadijah bersedia untuk menjadi investor bagi bisnis Rasulullah. Sehingga makin berkembanglah bisnis Beliau kala itu.