Dikejar Uang atau Mengejar Uang?

Usaha Dikejar Uang
Uang bukan segala – galanya, tapi segala – galanya butuh uang. Hal itulah yang menurut beberapa orang, kalau kita hanya mengandalkan sumber penghasilan dari profesi kita sebagai karyawan maka kita malah diperbudak oleh uang. Paradigma yang berkebalikan dengan masyarakat yang mengatakan bahwa seorang pebisnislah yang selalu mengejar – ngejar uang.

Coba kalau kita pikirkan, seorang pekerja atau karyawan, apabila dia berhenti bekerja, entah karena alasan pension, sakit keras, cacat Karena kecelakaan, atau karena dia di PHK. maka dia tidak akan mendapatkan uang, dia bekerja karena dia butuh uang. Lalu semakin dia butuh uang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya yang semakin kerja keras pulalah dia bekerja demi mendapatkan uang. Itulah mengapa seorang pekerja ada yang mengakatan diperbudak oleh uang.

Mari kita bandingkan dengan seorang pemilik bisnis korporasi atau seorang investor. Pada awal dia memutuskan untuk menjadi seorang pebisnis atau investor, dia mungkin hanya akan mendapatkan uang sedikit saja. Karena yang dia lakukan adalah focus untuk membangun aset. Waktu yang dibutuhkan oleh seseorang berbeda – beda. Ada yang 5 tahun, 10 tahun, bahkan belasan tahun. Dia hanya mendapatkan uang untuk bertahan hidup saja. Tapi jika aset itu sudah terbentuk, maka aset itulah yang akan mnghasilkan uang bagi pebisnis tersebut. Bahkan dia akan “dikejar – kejar “ oleh uang. Pada awalnya yang dia lakukan adalah menginvetasikan waktu, pada akhirnya dia akan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan apapun, karena aset sudah menggantikan tugasnya untuk menghasilkan uang. Biasanya berprinsip “uang bisa dicari, waktu tidak bisa dibeli”.

Dua paragraf di atas sepertinya bisa menjelaskan siapa yang mengejar – mengejar uang, dan siapa yang dikejar – kejar uang. Siapa yang diperbudak uang, dna siapa yang memperbudak uang. Ayo segeralah bertindak! Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, apakah sakit, kecelakaan atau lainnya yang membuat diri kita tidak bisa bekerja lagi. Tapi jika kita menjadi pebisnis yang sudah berhasil membangun aset, kita tidak perlu risau lagi jika kita tidak bisa bekerja. Kita nanti bekerja karena kita “ingin”, bukan karena kita “harus”.

mana pilihan anda? dikejar uang atau mengejar uang? 
Semoga bermanfaat