Membangun Image Bisnis Bimbingan Belajar

Membangun Image Bisnis Bimbingan Belajar
Bagi kita yang punya usaha bimbingan belajar tentunya kita pasti dihadapkan pada permasalahan pemasaran yang terus berkembang setiap waktu. Bagi orang yang baru bergelut di dunia bimbel biasanya ada salah satu aspek mengenai bagus tidaknya bimbel kita yang susah untuk dikonkritkan, yaitu mengnai karakter dari perusahaan jasa. 

Acuan yang sering diambil dari berhasil tidaknya usaha bimbel adalah prestasi yang didapatkan oleh siswa. Apakah itu mendapat nilai besar di rapot, mendapat ranking di kelas, mendapat nilai bagus di ujian nasional, ataupun berhasil masuk ke sekolah dan perguruan tinggi favorit. Meskipun tidak bisa mewakili secara utuh, tapi pretasi siswa sering dijadikan ukuran mengenai berhasil atau tidaknya sebuah bimbel. 

Salah satu aspek lain yang kurang tergarap adalah berapa persenkah kenaikan dari prestasi siswa. Jika siswa yang masuk ke bimbel kita awalnya mendapat ranking 25 lalu siswa tersebut menjadi salah satu siswa yang masuk ranking 10 besar maka sejatinya disitulah ukuran sebenarnya apakah bimbel kita berhasil atau tidak. Jika prestasi siswa sebelum masuk bimbel sudah bagus dan setelah masuk bimbel kita prestasinya tetap atau proggressnya sedikit maka yang lebih berperan adalah siswa itu sendiri.

Hal ini menjadi bahan renungan bagi bisnis yang bergerak di bidang pendidikan, karena tidak bisa 100% aspek komersil yang dikedepankan. Tapi juga aspek pendidikan itu sendiri yang harus diperhatikan. Bagi bimbel yang memliki budget berlebih, cara agar brand-nya terangkat salah satunya adalah dengan menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa yang memiliki ranking yang bagus atau yang memiliki nilai UN yang besar. Sehingga ketika siswa tersebut berprestasi lagi, maka bimbel bisa meng-klaim bahwa siswa tersbut berprestasi karena masuk bimbel itu.

Hal tersebut diatas memang merupakan strategi pemasaran yang baik, tapi jika dilihat dari sisi pendidikan tentunya sangat tidak bagus. Dan jika calon konsumen tahu mengenai hal tersebut malah bisa jadi boomerang bagi bimbel itu sendiri. Orang tua siswa bisa tidak jadi bergabung dengan bimbel tersebut karena bimbel tersebut lebih memfokuskan pada bisnisnya bukan pada bagaimana cara meningkatkan prestasi siswa. 

Alangkah bijaksananya jika para pelaku bisnis bimbel lebih memfokuskan bagaimana membuat siswa yang biasa – biasa menjadi luar biasa. Jika itu menjadi focus dari bimbel yang kita punya maka hal tersebut lambat laun akan membuat bisnis bimbel kita semakin maju, karena para pelanggan sangat menaruh kepercayaan kepada bimbel yang memilki kredibilitas yang baik. Jika usaha bimbel kita sudah terpercaya, maka otomatis pelanggan akan berbondong – bondong dan berebutan untuk bisa mendaftarkan putra – putrinya di bimbel kita. Semoga Bermanfaat dan Salam Sukses!