Waktu, Alat Ukur Sukses Paling Sempurna


Waktu, Detik demi detik kita lalu setiap hari, tanpa terasa kehidupan sangat cepat berlalu. Sudah banyak cara dilakukan bagaimana caranya agar bisa menciptakan mesin waktu. Hasilnya? Nihil.

Waktu adalah sumber daya yang paling kuat yang ada di muka bumi ini. Waktu adalah hala yang paling berharga yang dimiliki oleh semua manusia. Waku adalah kekuatan yang sangat besar sekali. Begitu beratinya waktu bagi manusia.

Kesuksesan, hal yang didambakan oleh setiap orang. Dimana banyak sekali orang yang memiliki definisi yang berbeda mengenai " apa itu sukses?" kebanyakan orang akan berteriak dengan lantang bahwa kesuksesan itu adalah saat kita mempunyai harta yang banyak, yang sudah barang tentu sangan dipengaruhi oleh para kapitalis.

"Sukses itu adalah saat kita mempunyai kekuasaan yang tak terbatas dan jabatan yang tinggi", yang juga banyak diakui oleh kebanyakan orang untuk mengukur kesuksesan seseorang. Dan jangan lupakan juga "Popularitas", banyak hal dilakukan oleh seseorang agar dia bisa menjadi terkenal dan dikagumi oleh banyak orang.

Gelar dan kedudukan, yes!!! Gelar yang banyak dan kedudukan yang tinggi, baik itu formal maupun non formal telah dijadikan pula sebagai salah satu ukuran apakah seseorang itu sukses atau tidak. Begitu pula dengan kepintaran atau keilmuan yang tinggi, sering digunakan untuk mengukur kesuksesan seseorang.

Begitu banyak lagi hal - hal lain yang dijadikan ukuran oleh kebanyakan orang dalam menentukan seseorang itu sukses atau gagal dalam hidupnya. Dan beribu - ribu cara dilakukan agar kesuksesan yang diidam-idamkan itu terwujud atau tercapai. Tetapi jarang sekali yang menggunakan waktu sebagai alat ukur kusuksesan seseorang

Oke! Mari kita melihat sejenak, apa itu ukuran?!
Dalam ilmu fisika, jika kita ingin mengetahui berat sebuah benda, maka kita memerlukan timbangan atau kiloan ang sudah distandardisasi. Begitu pula untuk mengukur panjang sebuah benda, maka kita akan memerlukan penggaris ataupun meteran, yang mana itu pun sudah ada standar baku yang disepakati di oleh para ahli sedunia. 

Pengukuran itu adalah membandingkan nilai suatu besaran yang diukur menggunakan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan, dengan kata lain Pengukuran ialah suatu proses membandingkan sesuatu yang diukur dengan sesuatu yang lain sebagai pengukur yang dijadikan sebagai acuan.

Dalam fisika, kita mengenal Satuan international (SI), SI adalah sistem satuan yang digunakan secara international. Syarat satuan ditetapkan sebagai SI yaitu; nilainya tetap, berlaku international, mudah ditiru dan diperbanyak, mudah diubah (dikonversi) ke satuan lain

Oke, mari kita ambil beberapa contoh atau ilustrasi mengenai alat ukur yang lumrah digunakan oleh kebanyakan orang di dunia. Dari definisi pengukuran dalam fisika diatas, maka kita akan menggunakan acuan tertentu dalam mengukur kesuksesan. apakah itu satuan harta, satuan gelar, satuan kekuasaan, satuan popularitas, atau satuan - satuan lainnya. 

Harta, ketika kita lahir ada yang terlahir dengan kekayaan yang melimpah, ada yang biasa saja. Dan Faktanya, saat ini 1% populasi orang terkaya di dunia, menguasai 82% kekayaan di dunia. Setiap orang tidak miliki permulaan yang sama dalam hal memiliki harta dan tidak punya kesempatan yang sama untuk memiliki harta (bisa dilihat dari kondisi pendidikan, latar belakang dan kesehatan misalnya). Sehingga jika ukurannya harta, maka sangatlah tidak pas digunakan sebagai ukuran kesuksesan. 

Kekuasaan, kita tidak pernah mendengar ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh 2 raja atau lebih, begitupun dengan sebuah negara, pasti dipimpin oleh 1 orang kepala negara. Jika kita semua menasbihkan memiliki negara atau kerajaan sendiri, maka apa yang dikuasai? tak mungkin semua orang memiliki hak untuk menjadi penguasa, pasti penguasa hanya 1 saja, dan ini menggugurkan kriteria bahwa kekuasaan sebagai alat ukur kesuksesan seseorang,

Popularitas, kalau yang populer lebih banyak daripada yang mempopulerkan, maka dia tidak lagi disebut populer. populer hanya dimiliki oleh sebagian populasi manusia di dunia. tak mungkin semua orang populer. Sehingga setiap orang tidak memiliki hak yang sama dalam popularitas.

Lantas, sebenarya apa yang paling sempurna untuk mengukur kesuksesan?

WAKTU

yes! ini adalah alat ukur yang paling sempurna untuk mengukur kesuksesan seorang muslim! jika waktu yang digunakan, maka waktu dapat sangat adil dalam mengukur kesuksesan semua orang. berikt adalah beberapa alasan mengapa waktu adalah alat ukur kesuksesan paing sempurna,

pertama, waktu dimiliki oleh setiap manusia
Kedua, dari bangsa apapun, status apapun, kondisi apapun, dia pasti terlahir bayi dan waktu langsung melekat dalam hidupnya sesaat di lahir kedunia
Ketiga, manusia memiliki jumlah waktu yang sama setiap hari, yaitu 24 jam. tidak mungkin lebih dan tidak mungkin kurang
Keempat, dengan pemahaman tertentu, waktu bisa memenuhi kriteria  menjadi "Standar Internasional" dalam mengukur kesuksesan

Sedikitnya, keempat hal itulah yang bisa menjelaskan bahwa waktu begitu adil bagi setiap manusia yang ada di dunia. Tak mungkin berbeda, pasti sama, pasti akurat dan pasti saklek mengikat manusia. Tidak ada yang bisa lari atau menjauhi waktu, begitu dekat, begitu melekat. Semua orang memiliki hak yang sama dalam memanfaatkan waktu.

Bagi seorang muslim, sangat meyakini bahwa Al-Quran adalah pedoman dalam hidupnya. Salah satu surat dalam Al-Quran adalah surat Al-'Ashr,
demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Dengan jelas, Allah SWT bersumpah "demi waktu" bahwa semua manusia itu benar - benar dalam kerugian. dengan kata lain, manusia yang dikecualikan oleh Allah SWT dalam surat tersebut, mendapatkan keberuntungan. Jika kita mendapatkan keberuntungan dari Allah SWT, sudah pasti dia mendapatkan kesuksesan yang hakiki.

siapakah manusia yang dikecualikan Oleh Allah sehingga dia tidak merugi?Allah Ta’ala telah bersumpah dengan masa tersebut bahwa manusia itu dalam kerugian, yakni benar-benar merugi dan binasa, kecuali:

  1. Orang-orang yang beriman
  2. Mengerjakan amal shalih
  3. Saling menasehati dalam kebenaran
  4. Nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.
Kesimpulan awalnya adalah, orang yang sukses adalah orang yang mampu memberi "value/nilai" di setiap detik yang dilalui. Ketika tidak memiliki value di setiap detiknya, maka dia adalah orang yang gagal dalam hidupnya.

Memanfaatkan setiap detik dalam hidupnya untuk melakukan hal yang positif, hal yang bernilai kebaikan, hal yang membawa kebenaran, hal yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, hal yang menguatkan iman kita, hal yang membuat diri kita lebih bertaqwa kepada Allah SWT.